TIDAK AKAN LELAH DEMI KELUARGA

 


Unesa Journalism - Kebersihan adalah bagian terpenting dari kesehatan, manusia sangat perlu menjaga kesehatan agar sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Tidak hanya kebersihan tubuh yang perlu dijaga namun kebersihan lingkungan atau tempat tinggal pun harus dijaga.

Sosok bapak yang dikenal orang Nur imam atau imam ini telah berumur sekitar 50 tahun dan menjalani pekerjaan menjadi tukang sapu jalanan di tengah kota Surabaya sudah hampir 5 tahun lamanya ia bergelut di pekerjaan yang tidak semua orang mampu mejalaninya. Tukang sapu jalanan atau sering kali disebut para warga “Pasukan oren” sering kali kita lihat di jalanan besar di seluruh kota, pekerjaan mulia ini telah bapak Imam jalani tidak lebih karena untuk membiayai hidup istri dan para anaknya untuk kehidupan sehari-hari.

Ia bercerita menjadi Tukang sapu jalanan atau Pasukan oren itu banyak sekali suka dan dukanya mulai dari omongan para tetangga yang tidak suka ketika pulang selepas bekerja,belum lagi respon para keluarga besar ketika mengetahui bahwa ia menjadi tukang sapu jalanan, Tetapi imam tidak pernah malu mempunyai pekerjaan ini karena selagi pekerjaan halal tidak ada yang perlu disembunyikan dan terlebih ia sangat bangga memiliki pekerjaan ini karena ia berpikir menjadi tukang sapu jalanan adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia.

Terkadang ia juga lelah jika ada orang yang masih membuang sampah di sembarang tempat apalagi di jalanan padahal di kota Surabaya sendiri sudah banyak sekali disediakan tong sampah agar para warga bisa dengan mudah membuang sampah, Imam pun kadang merasa bertanya-tanya kenapa para warga susah sekali agar membuang sampah pada tempatnya lalu lebih memilih membuang sampah di sembarang tempat.

Tetapi memang itulah pekerjaan yang harus ia jalani untuk menafkahi keluarganya. Untuk perkara gaji yang didapatkan Imam sebagai tukang sapu jalanan ia berkata

“ ya alhamdulillah mbak bisa untuk makan sehari-hari dan membelikan keperluan rumah tangga atau anak,saya juga sangat bersyukur masih mampu bekerja daripada meminta minta” katanya.

Selama imam bekerja juga banyak sekali lika-liku rintangan dan kesabaran, imam sendiri bercerita “Saya pernah mbak ketika sedang menyapu ada satu anak muda membuang sampah tepat sekali ketika saya sedang menyapu jalanan” ,lalu “saya juga pernah ketika sedang menyapu jalanan taman saya pernah diteriaki oleh salah satu pengunjung untuk memprotes katanya saya tidak melakukan pekerjaan dengan baik karena masih ada sampah yang tersisa padahal saya merasa kalau sudah menyapu dengan bersih”

“Tapi tidak apa-apa mbak semua saya jadikan pembelajaran hidup, bagaimana saya belajar sabar dan ikhlas itu saya dapatkan di pekerjaan ini” katanya.

Imam memiliki dua anak yaitu perempuan dan laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia bercerita bahwa pernah teman sekolah anaknya mengejek mereka karena tahu bahwa bahwa bapaknya adalah tukang sapu jalanan tapi anak imam tidak menggubris olokan para temannya karena mereka sadar bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh bapak mereka itu suatu pekerjaan yang sangat mulia.

Imam juga tidak pernah malu terhadap pekerjaannya karena selagi halal juga tidak ada masalah karena imam percaya bahwa pintu rezeki setiap orang itu berbeda-beda. Imam biasanya mulai bekerja pagi jam 06.00 WIB lalu dilanjut pukul 14.00 WIB ia biasanya menyapu khusus di tengah kota seperti di trotoar,taman kota dan terkadang imam juga dipanggil khusus untuk membersihkan tempat ketika selesai acara hiburan seperti event konser,ulang tahun kota, bahkan demo pun imam sudah pernah ikut serta dalam membersihkan sampah para pengunjung.

Sebagai tukang sapu jalanan juga bagi imam bercerita bahwa dapat membahayakan diri sendiri karena bisa saja tertabrak oleh kendaraan bermotor. Tetapi imam percaya bahwa tuhan akan melindungi ia ketika bekerja untuk mecari nafkah untuk keluarganya dirumah. Terkadang imam sendiri merasa lelah karena harus menyapu jalanan belum lagi kalau ada banyak sampah berkeliaran ia pasti harus mengambil sampah itu semua maka dari itu imam menghimbau agar para warga taat menaati aturan yang telah ditetapkan yaitu jangan buang sampah sembarangan.

Apalagi dengan pekerjaannya kini Imam telah mendapatkan banyak sekali teman baru dari banyak kalangan dan merasa bersyukur bahwa rekan kerjanya bisa diajak bertukar cerita atau sekedar ingin bercanda gurau untuk melepas kebosanan setelah seharian bekerja. Imam pun bercerita “ rekan-rekan kerja saya itu alhamdulillah enak semua orangnya, apalagi saat saya sedang kesusahan pasti mereka sangat bisa membantu entah itu dari solusi atau tindakan ,apalagi kalau sudah siang pasti kita selalu makan siang bersama kadang ya di warung kadang juga tidak jauh dari jalanan mbak “ katanya.

Karena itulah imam mendapati banyak hal dari pekerjaan ini yaitu dari segi pertemanan, belajar arti kesabaran, dan ikhlas.

 

 UTS JURNALISTIK

FEATURE LOCAL HEROES

CHOIRUN NISA - 20041184066 - IKOM UNESA 2020A

Komentar