PERLAHAN KAMI MULAI BANGKIT

  


Unesa Journalism - Maret 2020, virus Covid-19 telah menyebar berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Virus ini bermula dari negara China, hingga berita tersebut menyita perhatian dunia dan kemudian berbagai negara melakukan tindakan pemeriksaan kesehatan terhadap warganya untuk mengetahui apakah ada salah satu warganya yang terjangkit virus ini. Virus yang menyerang imun tubuh manusia ini mampu melemahkan tubuh manusia dan mengendap didalam tubuh hingga menyebabkan kematian.

Pada bulan April 2020, Indonesia memiliki presentase yang begitu tinggi akan penyebaran virus Covid-19. Sehingga, berbagai kebijakan dikeluarkan oleh petinggi negara, seperti halnya melakukan karantina diri (lockdown), pemberlakuan social distancing serta kewajiban memakai masker saat berpergian dan rajin mencuci tangan. Dengan adanya pemberlakuan peraturan tersebut, berbagai macam dampak ikut bermunculan. Seperti halnya, pola hidup sehat yang mulai diterapkan membuat setiap masyarakat lebih waspada akan kesehatan diri. Namun, dampak negatif juga tidak bisa dihindari akan adanya masa transisi ini.

 

Berbagai perusahaan dalam bidang F&B mengalami kerugian sebab adanya larangan dine-in atau makan di tempat saat itu. Hal tersebut membuat pemilik usaha memutar otak agar menemukan jalan keluar bagaiamana menutup kerugian serta membalikkan modal usaha. Dampak tersebut juga dirasakan oleh pekerja buruh, ada yang dikeluarkan dari pekerjaan bahkan tanpa ada pesangon.

 

Hal yang dilakukan untuk mencegah dampak Covid-19 bagi para pengusaha, adalah dengan memberikan berbagai macam potongan harga, adanya beli 1 gratis 1, lalu inovasi terhadap pemasaran usaha yang lainnya. Bagi para pekerja yang terpaksa dikeluarkan dari pekerjaannya, sebaiknya ia melakukan berbagai macam inovasi usaha yang bisa dilakukan di rumah contohnya berjualan makanan di rumah dan bisa juga memanfaatkan berbagai media seperti berjualan melalui platform Instagram,shopee,tokped,dll.

Banyak sekali restoran cepat saji yang melakukan banyak cara untuk menarik para pelanggan agar membeli makanan yang mereka jual. Salah satu contoh restoran cepat saji yang berhasil menarik para pelanggan adalah Mcdonald, ,mereka menarik para pelanggan dengan cara membuat promo gila-gilaan yaitu buy 1 get 1,diskon 30% all item dengan syarat membayar secara non tunai,dan memberikan banyak bonus jika download app Mcdonald.

Apalagi dengan adanya berita virus covid-19 semakin banyak yang terkena dampaknya,menjadikan mereka yang sering keluar untuk makan di tempat atau dine in jadi lebih takut bertemu keramaian dan lebih memilih untuk melakukan aktivitas dirumah saja, tetapi pihak Mcdonald pun ingin sekali memberikan kepercayaan Pada masyarakat Indonesia bahwa khususnya makan di tempat atau dine in itu telah diperbolehkan tetapi dengan syarat yaitu memenuhi protokol kesehatan.

Pihak Mcdonald juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah jika ingin makan dan minum di restoran cepat saji, yaitu diharuskan memakai masker lalu melakukan cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke restoran selanjutnya akan dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh karyawan dan diharuskan mereka yang melakukan makan di tempat wajib melakukan jaga jarak atau yang biasa disebut social distancing terlebih pihak Mcdonald sangat meminim jumlah kursi dan meja untuk mencegah para pengunjung bergerombol.

 

Dengan menghadapi situasi yang sulit, McDonald's mengaku saat ini tengah menerapkan strategi untuk mempertahankan bisnis. Yaitu melalui pengembangan solusi digital menggandeng Youtap Indonesia untuk pemesanan yang terintegrasi untuk transaksi di kasir counter, self ordering kiosk (SOK), dan drive-thru.

“Jadi gimana cara kita agar pengunjung itu tidak takut lagi akan makan di tempat” katanya

Menerapkan langkah 3M itu perlu untuk beberapa orang yang sedang ingin mengunjungi tempat yang umum, ataupun sedang bekerja dengan menggunakan transportasi umum misalnya. Penerapkan 3M yaitu, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Itu semua dihimbau untuk para masyarakat supaya dapat terlindungi dan dilindungi oleh orang sekitar nya dari virus corona.

Tak hanya pengunjung yang memakai sarana umum atau transportasi umum yang diharapkan menerapkan protokol kesehatan, namun bagi pekerja dan penyedia jasa yang ikut serta turut menaati dan mengikuti bagaimana menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar menurut aturan yang sudah ditetapkan pemerintah setempat.

Antisipasi masyarakat juga turut diperhatikan selain menerapkan 3M. dengan membawa dan tentunya memakai hand sanitizer setelah menyentuh barang atau benda diluar lingkungan rumah. Jadi meskipun berada diluar rumah dengan membawa hand sanitizer masyarakat juga tetap terjaga atau tidak terinveksi dari virus corona.

dengan penerapan yang baik dan benar oleh tempat umum khususnya restoran cepat saji salah satunya yaitu Mcdonald. masyarakat juga tidak harus takut akan terkena dampak dari virus corona. Melainkan masyarakat dapat menaruh kepercayaan kepada pihak restoran cepat saji bahwa tidak ada masalah jika mereka akan memesan dan makan di tempat Karena pihak restoran sendiri bisa menjamin peraturan protokol kesehatan dengan sangat baik dan benar.


UTS JURNALISTIK

FEATURE HUMAN INTEREST

CHOIRUN NISA - 20041184066 - IKOM UNESA 2020A

Komentar