Novita Berjuang Sembuh Melawan Virus Covid-19
Unesa Journalism - Salah satu warga Desa Tlasih, ia adalah teman saya yaitu Novita, perempuan berumur 18 tahun yang berhasil pulih dari virus covid-19 yang dihadapinya, meskipun pertama kali ia mengerti bahwa ia terpapar positif covid-19 ia sangat stress.
Ketika ia tau bahwa tes nya positif terpapar virus covid-19. Surat tes nya langsung ia robek karena sangat sedih dan kesal. Saya bertanya “apakah masih ada surat pernyataan tes ketika dinyatakan positif covid-19”. Novita menjawab “suratnya sudah tak robek. Soalnya aku bener-bener stress dan sedih bangett.wkwk”.
Tetapi pada akhirnya ia sadar, bagi Novita terpapar covid-19 bukanlah suatu aib, melainkan wabah penyakit. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat tidak mengucilkan warga yang terpapar covid-19 maupu warga yang masih berstatus ODP atau PDP.
Novita pernah melewati kurang lebih satu bulan isolasi mandiri dirumahnya. Ia mengalami positif covid-19. Hingga saat ini ia sudah dinyatakan negatif covid-19.
“selama kurang lebih satu bulan ini mengalami isolasi sebenarnya sama sekali tidak menyenangkan dan rasa bosan itu bangett saya rasakan” ujar Novita mengawali ceritanya. Sabtu (7/11) melalui pesan di Whatsaap.
Lalu saya bertanya “apa yang kamu rasakan pertama kali bahwa kamu terkena virus covid-19?”. Ia menjawab “awalnya saya sama sekali tidak merasakan apa-apa. Saya hanya merasakan diare berkali-kali. Hingga akhirnya ibu saya membawa saya untuk pergi ke puskesmas untuk periksa dan sekalian tes. Dan hasilnya saya positif terkena virus covid-19”.
Saya bertanya lagi “bagimana perasaan kamu tau bahwa kamu benar-benar terkena virus tersebut? Kaget atau nggak nyangka bisa posistif?”. Ia menjawab “ya aku awal langsung nangis, ya sedih lah. Kaget banget, soalnya aku nggak ngerasain apa-apa, ya cuma diare tok, aku pikir ya Cuma diare biasa, soalnya aku malemnya abis makan pedes, tapi mau gimana lagi. Mau nggak mau yaa emang udah hasilnya emang positif”
Selama Novita isolasi mandiri dirumah. Seminggu pertama ia merasakan bahwa tubuhnya kurang baik. Padahal awal sebelum tes dan dinyatakan positif ia hanya merasakan diare saja. Mau melakukan sesuatu badannya sangat lemas. Ia harus meminum obat dan vitamin yang diberi dokter untuk dikonsumsinya setiap hari.
Rasa nyeri, mual dan pusing rasakan Novita. Ketika makan dan minum yang ia rasakan hanya hambar. Tapi Novita tetap memaksa untuk melakukan itu, sebab jika Novita tidak makan akan mempengaruhi kestabilan tubuhnya sendiri.
Meskipun tubuhnya lemas, ia tetap melakukan sholat untuk berdoa meminta kesembuhan. Dengan keadaan seperti yang sedang ia alami saat itu, ia sangat menyesal sebab ia sering meremehkan adanya covid-19 dan jarang memakai masker ketika keluar rumah.
Selama ia isolasi mandiri dirumah ia juga harus berjemur dan mandi sehari tiga kali. “aku sumpek banget waktu aku tau lek aku positif aku belum bisa nerima, tapi tak lakuin. Aku tetep ngelakuin apa yang disuruh dokter biar cepet pulih” ujar Novita.
Saat isolasi mandiri dirumahnya, ia harus benar-benar harus makan makanan yang bergizi, seperti buah, sayuran, dan harus minum air putih yang banyak. Novita juga dianjurkan dokter untuk sering berjemur dan meminum vitamin juga.
Saat saya sedang sakit, ada tetangga yang menyarankan Novita untuk minum kelapa hijau. Memang katanya bahwa minum kelapa tersebut bisa menghilangkan virus tersebut. Lalu seminggu 2kali Novita melakukannya. “siapa tau emang bener kan, yaudah akhirnya saya coba untuk minum kelapa hijau dua kali seminggu” ujar Novita.
Karena Novita isolasi mandiri dirumahnya sendiri, saya bertanya “apakah ada tenaga medis yang memantau keadaan kamu??”. Ia menjawab “enggak, hanya per RT ada yang relawan untuk memantau warga yang terkena virus covid-19 ”
Seminggu terakhir sebelum ia dinyatakan negatif covid-19, Novita merasakan tubuhnya agak membaik dan diare yang dialaminya mulai berkurang. Ia juga merasakan bahwa tubuhnya sudah merasa bisa melakukan sesuatu. Tetapi ia tetap harus melakukan apa yang dianjurkan oleh dokter.
Usai dari kurang lebih satu bulan keadaan Novita lumayan membaik. Lalu ia melakukan tes lagi untuk memeriksa dirinya. Ia di tes oleh dokter, dan pada akhirnya tes menyatakan bahwa Novita telah negatif terpapar virus covid-19. Ia sangat bersyukur akhirnya ia berhasil melawan virus covid-19 yang ada padanya.
![]() |
| Gambar surat telah negatif covid-19 |
Setelah dinyatakan negatif, Novita tetap harus melakukan tahap pemuliha, ia masih berusaha tetap mengonsumsi makanan yang sehat, mengonsumsi buah-buahan, dan harus berolahraga.
Setelah melalui tahapan-tahapan yang dilakukan oleh Novita, akhirnya ia kembali bisa berkumpul dengan teman-temanya dan bisa kembali untuk melakukan aktivitasnya dengan normal kembali.
Dengan pengalaman yang dirasakan, Novita berpesan agar tidak menyepelekan protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah. Tetap untuk memakai masker kemanapun akan pergi, apalagi berinteraksi dengan orang lain, mencuci tangan dan jaga jarak. “jangan pernah menganggap enteng dari cirus covid-19. Karena saya merasakan bagaimana tidak enaknya saat isolasi dan lain sebagainya” ujar Novita.

Komentar
Posting Komentar