Melukis Kebahagiaan Dalam Keterbatasan Dan Kesederhanaan


 

Unesa Journalism, Surabaya – Tiga bulan yang lalu tepatnya di bulan September, Yoni dan sang istri Maria Ulfa memutuskan untuk saling membantu di tengah pandemi COVID-19 dengan segala keterbatasan mencoba membagikan 50 porsi makan gratis kepada seluruh lapisan masyarakat yang melintasi Jalan Kedungsari, Surabaya dengan menu rumahan.

Yoni memang punya usaha warung makan kecil-kecilan yang berada di sebuah kampus STIESIA kawasan Semolo Waru. Dari hasil berjualan di kantin kampus tersebut, beliau bisa menghidupi 9 anaknya dan dari hasil berjualan di kantin itu juga kemudian di sisihkan sebagian penghasilannya untuk membuka lapak makan gratis.

Yoni adalah warga Kampung Malang Surabaya tepatnya di gang V No. 47 yang saat ini berusia 55 tahun. Ia mengungkapkan, awalnya hanya memasak sekitar 50 porsi makanan dengan lauk yang berbeda-beda setiap harinya. Karena saat ini ada beberapa masyarakat yang membantu pendanaan, jadi ia mampu memasak sekurang – kurangnya sekitar 100 porsi.

"Sekarang bisa sampai 100 porsi sehari. Saya sesuaikan dengan kemampuan saya. Setiap hari ganti lauknya, tapi tahu tempe selalu ada. Untuk telur dan ayamnya itu divariasi. Terus nggak lupa sayurannya juga," ucap Yoni.

Warung berjalan milik Yoni ini biasa berhenti di depan Hotel Metro Jalan Kedungsari Surabaya. Awalnya berbagi makan gratis hanya pada hari jumat saja, lalu seiring berjalannya waktu jam bukanya menjadi Senin-Kamis pukul 11:00 WIB - habis, Jumat mulai pukul 12:00 WIB (selesai Sholat Jumat).  Sementara untuk hari Sabtu, Minggu, dan tanggal merah libur.

"Sebelum masak, biasanya saya selesai subuh itu ke Pasar Keputran dulu cari bahan. Setelah itu baru saya masak. Selesai masak sekitar jam 10:30 WIB. Terus saya siap-siap berangkat ke lokasi bersama anak dan istri saya. Paling cepat habis itu jam 12:00 WIB," Ungkap Yoni

Yoni mengaku, dalam sehari ia bisa memasak sekitar 11 kilogram nasi untuk dibagikan. Tak lupa ia juga menambahkan kerupuk dan air mineral sebagai pelengkap ketika ada orang yang ingin makan gratis di tempatnya.

Meski dengan makanan seadanya, namun para warga tampak antusias dan tertolong berkat niat baik dari Yoni.

Pada saat berbagi di depan Hotel Metro, Jalan Kedungsari Surabaya, Yoni dan Istri dibantu oleh beberapa anaknya saat melayani puluhan orang, mulai dari pengemudi ojek online (ojol), anak-anak, tukang becak, sales hingga warga yang melintas nampak mengantre dengan rapih menunggu giliran untuk mengambil makan siang.

Yoni bercerita, bahwa aksi sosial yang ia lakukan ini semata-mata karena ia ingin menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain. Meski kondisi ekonominya juga ikut terdampak, tak melunturkan semangat Yoni untuk terus melakukan kebaikan.

Bahkan waktu awal-awal membagikan makanan gratis, Yoni mengaku untuk modal belanja selama 2 bulan pertama ia menggunakan uang pribadi dari tabungannya lalu secara tidak terduga dan semakin kesini banyak warga yang membantu memberikan sumbangan, mulai dari bahan makanan, uang, dan perlengkapan lainnya yang berkesinambungan dengan berbagi.

Karena niat mulia Yoni dan Istri ini, ada warga yang berinisiatif sendiri untuk merekam dan membantu memberi informasi kepada masyarakat luas yang ada di sosial media, mulai dari facebook, instagram, youtube, dan sosial media lainnya sehingga akun-akun banyak yang me-repost kisah Yoni ini.

Dilansir dari Instagram “aslisuroboyo” banyak warganet yang terkesan dengan aksi Yoni ini. Tak sedikit pula murid-murid mengaji, tetangga, dan masyarakat yang pernah berkomunikasi dengan Yoni ini turut serta berbagi informasi.

Source Instagram @aslisuroboyo

"Karena berbagi tidak harus menunggu kaya dulu. Tergantung kita punya kemauan atau tidak. Dan untuk membahagiakan orang kan nggak ada batasan. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut. Karena rahasia hidup kan Allah yang tau," kalimat yang dipegang teguh Setijono untuk selalu melakukan kebaikan kepada sesama.

Sejak diunggah di media sosial, para warganet turut terharu dengan aksi mulia dari Pak Yoni tersebut. Bahkan, mereka mendoakan Pak Yoni agar diberi rezeki berlimpah karena telah membantu banyak orang di tengah kesulitan ekonomi saat ini.



Kini, video berdurasi 49 detik tersebut telah dilihat lebih dari 400 ribu orang dan banjir komentar pujian dari warganet.

Di tengah niat baiknya untuk membantu sesama, Yoni juga sudah tiga kali mendapat teguran dari pihak kepolisian karena membuat kerumunan.

Untuk mengatasi hal itu, Yoni pun akhirnya berdiskusi dan mewajibkan seluruh masyarakat guna menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

"Polisi menertibkan sudah tiga kali ini. Jadi kita putuskan buat orang-orang yang kesini harus mentaati protokol kesehatan. Kalau nggak pakai masker nggak kami layani," tuturnya.

Yoni berharap program bagi – bagi makanan gratis dapat berjalan terus-menerus dan ia memberikan pesan terhadap kita semua bahwa “ Bersedekah untuk menebar kebahagiaan tidak perlu nunggu kaya dan satu yang tidak bisa dilupakan semua atas campur tangan Allah dan ridha-Nya”. 


UTS JURNALISTIK

FEATURE LOCAL HEROES

IKE ANGELINA HERDIANI OKTAVIA - 20041184069 - IKOM UNESA 2020A




Komentar