LELAH DAN USAHA IBU PENJUAL KUE DEMI KELUARGANYA
Walaupun belum pernah berjualan kue sebelumnya, ibu yang kerap di sapa Bu Sarifa ini tetap berusaha agar bisa mendapatkan uang dan memenuhi kebutuhan keluarganya dalam kehidupan sehari harinya. Tetap dibantu oleh suaminya, setiap pagi hari ia berharapan besar agar jajanannya habis di beli pelanggannya untuk kebutuhan makan keluarga nantinya. Sang anak yang masih bersekolah membuatnya menjadi lebih semangat lagi untuk bangkit dengan mencari cara agar ekonomi keluarganya terpenuhi kembali.
Sebagai penjual kue, yang sebelumnya hanya diam dirumah sebagai ibu rumah tangga biasa kini harus menyesuaikan tenaganya untuk mendapatkan uang yang harus membuatnya bekerja dari pagi hari hingga sore hari. Dia tidak pernah merasa takut dalam menjalani kehidupan di masa pandemi ini. Ia sadar, jika ia tidak berjualan lalu bagaimana keluarganya akan makan, bagaimana anaknya akan lanjut bersekolah nantinya. Sedikit-sedikit uang yang tiap hari ia kumpulkan tergolong cukup untuk keluarganya walaupun pada awal bulan pertama pembeli sangat banyak lalu bulan terakhir dengan di hempas kabar pandemi yang semakin tinggi membuat pembeli nya mulai tidak berdatangan dan membuat pemasukan bu sarifa menurun drastis.
Yang berawal cuek dan tetap berpikiran positif bahwa pandemi akan hilang dan mengembalikan pembelinya, ibu sarifa mulai memikirkan bagaimana caranya ia bisa mendapatkan pembeli banyak seperti sedia kala dan memperoleh uang yang cukup lagi untuk keluarganya. Karena, ia sudah tidak tahu lagi selain berjualan kue ini bagaimana ia akan menghasilkan uang dan menghidupi keluarganya dalam pandemi covid-19 ini.
Saat mulai merasakan kekurangan pembeli, anaknya yang harus melakukan pembayaran sekolahnya pun harus segera di lakukan yang dimana posisi ibu sarifa belum bisa mencukupi pembayaran tersebut dalam waktu dekat. Alhasil, ia harus memikirkan dengan ekstra langkah apa yang bisa ia ambil dalam mengatasi permasalahn tersebut. Sehingga ia memilih untuk memanfaatkan sosial media dalam mendapatkan pelanggannya kembali.
Kesulitan yang bu sarifa alami memang hampir semua orang merasakannya, tetapi dengan pemikiran yang cepat seperti bu sarifa ambil membuat ia dapat bertahan di masa pendemi covid-19 ini. Memanfaatkan sosial media memang tidak semudah yang ia bayangkan, ia harus belajar lagi tentang marketing pemasaran di dalamnya dan menggunakannya yang perlu di pelajari lagi. Namun, hal itu tidak membuat ia patah semangat dalam mencari dan memperoleh uang tadi. Dengan mulai membuka pengiriman online, menerima pesanan via online dengan dikirim ke rumah tanpa harus keluar, akhirnya lambat laun mulailah bu sarifa kembali mendapatkan pelanggan nya walau berbasis online dan membutuhkan sedikit tambahan tenaga dalam prosesnya yang bukan seperti biasanya.
Permasalahan kehilangan pelanggan pun sudah di atasi oleh bu sarifa. Namun, sampai suatu hari, outlet toko kue nya harus ditutup sementara karena himbauan pemerintah yang mengharuskan lockdown pada saat itu. Bu sarifa tetap melakukan penjualan kue nya namun dirubah tempat dengan membukanya dirumah dengan hanya menerima pesan antar saja tanpa perlu datang kerumah. Jualan dari rumah ini terjadi selama 3 hari berturut turut.
Bu sarifa pun mendapatkan minim pelanggan sekali namun mau bagaimana lagi karena itu sudah himbauan dari pemerintah seperti itu. Tidak dapat bantuan dari pemerintah membuatnya ingin segera membuka kembali outlet nya karena ekonomi keluarganya mulai kembali menurun dan bahkan keuangannya pada saat itu hampir menyentuh 0 rupiah.
Selama dirumah, ia sampai mengadakan promo untuk pemesanan kue dan nasi nya kepada pembeli dengan beberapa potongan. Namun, tetap saja ia tidak mendapat peminat sebanyak ia berada di outletnya dan membukanya dari pagi hari hingga sore hari seperti biasanya.
Setelah lockdown telah terlewat, bu sarifa mengambil langkah cepat dengan segera membuka lagi stan toko nya dengan tetap mengguakan protokol kesehatan yang pemerintah anjurkan. Setelah membuka kembali, ekonomi keluarga bu sarifa kembali pulih seperti awal ia membuka tokonya, pembeli mulai berdatangan secara normal lagi dan pemesanan online pun terus berjalan dan hampir setiap hari ia melakukan pengiriman pesanan nasi kepada pelanggannya.
Namun tetap saja ia juga berharap agar pekerjaan suaminya kembali pulih agar ekonomi keluarganya kembali normal seperti sedia kala dan bu sarifa tidak lagi membutuhkan tenaga ekstra dalam memikirkan keuangannya dan ia juga berdoa agar virus corona ini segera pergi dan tidak kembali lagi.
UTS JURNALISTIK
Feature human interest (melawan dampak covid)
IQBAL ZUKHRUFAL QOZI - 20041184067 - IKOM UNESA 2020A

Komentar
Posting Komentar